March 8, 2011

Asiknya ke Curug Luhur, Bogor, Jawa Barat

Belum lama ini saya pergi kedaerah bogor untuk melepaskan penat dengan rutinitas sehari-hari dikantor. Kurang lebih 1 - 2km ke arah Timur dari Curug Nangka terdapatsatu buah air terjun yang cukup terkenal di wilayah Kab. Bogordengan nama Curug Luhur. Lokasi Curug Luhur ini terletak persisdisamping jalan raya kawasan Bogor - Gunung Salak Endah, sehinggauntuk bertandang kelokasi ini, bisa menggunakan angkutan umum danmungkin hal ini pulalah yang menyebabkan Curug Luhur cenderungramai dikunjungi wisatawan. Saya punya rencana dengan teman-teman kampus untuk pergi kecurug luhur beberapa minggu sebelumnya. Saya mendapatkan referensi tempat wisata itu dari teman kampus saya yang juga belum lama datang kesana. Dengan waktu tempuh 2 jam, akhirnya kami tiba dicurug luhur, biaya tiket masuk untuk satu orang Rp.20.000 dan parkir motornya Rp 5.000,-.Saat kami tiba dilokasi begitu banyak kolam dan permainan dan curugnya cuma satu dan tidak terlalu bagus dengan curug seribu yang sempat kami datangi belum lama ini juga, ya saya bilang hampir sama dengan jungle hehehe.... Karena begitu banyak perosotan dari yang perosotan dengan ketinggian sedang sampai yang benar-benar menegangkan adrenaline.

Mendekati lokasi utama Curug Luhur terdapat sederet limpahan airyang mengalir secara deras pada dinding tanah dengan ketinggiankurang lebih 2 meter. Limpahan air ini mirip air terjun mini yangbisa digunakan pengunjung untuk membasuh tangan atau kaki sambilmenikmati kesegaran air khas pegunungan. Air terjun mini tersebutditampung pada sebuah parit kecil yang akhirnya akan menyatu denganlimpahan air Curug Luhur pada sungai yang ada di bagian tengahbawah area.


Bila ingin menikmati curug namun enggan diterpa sinar matahari,disekitar
curug juga terdapat tempat-tempat berteduh . Umumnyatempat-tempat semacam ini didominasi oleh pasangan muda-mudi yangsedang dilanda asmara untuk berbagai cerita dan janji.


Terkadang tak jarang pula para pengunjung menceburkan diri kekolam yang cukup besar yang terletak dibawah curug tersebut untuksekedar berendam membasahi tubuh atau berenang-renang kecil antartepian kolam. Dilokasi ini banyak terdapat kolam buatan yang airnyasengaja dibuat melimpah ruah, sehingga bunyi derasnya aliran airyang mengalir dan akhirnya menyatu kesebuah sungai sangatlahdominan mewarnai objek wisata Curug Luhur.

March 6, 2011

Alfalfa

Alfalfa atau yang dalam bahasa latinnya disebut Medicago sativa adalah sejenis tanaman herba tahunan dengan ciri berakar tunggang, batang menyelusur tegak dari dasar kayu dan tingginya berkisar 30-120 cm, serta daun tersusun tiga.

Tangkai daun berbulu dan berukuran 5-30 mm. Kedalaman akar alfalfa dapat mencapai 4 meter. Saat memulai perkembangan batang, tunas aksiler di bagian bawah ketiak daun akan membentuk batang sehingga mahkota pada bagian dasar menjadi pangkal dan tunas aksiler di atas tanah membentuk percabangan. Perbungaan tersusun pada tandan yang padat dengan bunga kecil berwarna kuning atau ungu.

Tumbuhan ini mampu hidup hingga 30 tahun, bergantung dari keadaan lingkungan. Alfalfa juga memiliki bintil (nodul) akar yang mengandung bakteri Rhizobium meliloti sehingga dapat menambat atau mengikat nitrogen dari atmosfer untuk keperluan tumbuhan.
Alfalfa bisa dibudidayakan bersamaan dengan beberapa tanaman lain, seperti kembang telang (Clitoria ternatea), Cenchrus ciliaris, Macroptilium bracteatum, dan lain-lain. Tanaman alfalfa lebih tahan terhadap kekeringan bila dibandingkan tanaman kacang-kacangan lainnya. Hal ini dikarenakan akar yang panjang dan tanaman memiliki kemampuan melakukan dormansi (tidak aktif) saat musim kemarau yang parah. Saat mencapai kelembaban tertentu, alfalfa dorman dapat kembali aktif. 



Tumbuhan ini memerlukan waktu penyinaran yang panjang. Perkebangan perbungaan dari setiap kultivar alfalfa bisa berbeda satu dengan lainnya karena lama penyinaran yang diperlukan juga berbeda. 

Alfalfa tahan terhadap herbisida seperti benazolin, bentazon, dan asam 2,4-Diklorofenoksiasetat. Apabila ingin menanam alfalfa saja (monokultur), terutama pada musim hujan, dapat digunakan propizamida untuk mencegah pertumbuhan gulma yang mengganggu.

Pada tahap pembenihan, irigasi umumnya diperlukan. Untuk mencegah hama dan penyakit, penyemprotan fungisida dan insektisida diperlukan dalam masa penanaman. Beberapa agen penyebab penyakit pada alfalfa adalah Xanthomonas alfalfa, Alternaria solani, Fusarium oxysporum, Rhizoctonia solani, Phytophthora megasperma, dan Uromyces striatus. Pada waktu panen, biji-bijian biasanya disemprot dengan pengering tanaman untuk mempercepat pengeringan. Waktu panen yang tepat adalah ketika polong-polongan berisi biji sudah 65-75% berwarna coklat gelap.

Alfalfa dimanfaatkan sebagai pakan ternak untuk sapi perah dan sapi potong, domba, kelinci dan kambing. Selain itu Alfalfa juga digunakan untuk rotasi tanaman pangan karena alfalfa bisa mengikat kandungan nitrogen, memperbaiki struktur tanah, dan mengontrol gulma untuk tanaman berikutnya yang akan dibudidayakan. 
Sebagai pakan ternak, tanaman ini memiliki kandungan protein, vitamin, dan mineral yang tinggi. Untuk melakukan budidaya alfalfa, Selama masa aktif pertumbuhannya, alfalfa tidak membutuhkan tanah yang basah.

Budidaya alfalfa sebagai pakan ternak dilakukan untuk beberapa tujuan, yaitu penggembalaan dan konservasi. Alfalfa dapat ditanaman sendiri ataupun sebagai campuran di antara rumput tropis dan sub-tropis. Bibit alfalfa juga banyak ditanaman sebagai kecambah untuk makanan manusia.

Alfalfa banyak diproduksi karena nilai nutrisi dan produksinya yang menguntungkan, selain itu tanaman ini juga disebutkan memiliki rasa yang enak. Dibandingkan dengan pakan ternak dari tanaman lainnya, alfalfa memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi, tetapi energi termetabolisme dan kadar fosfor di dalamnya relatif rendah. Alfalfa juga termasuk berserat rendah sehingga mudah mencapai rumen (perut besar) dan mudah dicerna oleh hewan ternak.

Dengan pemberian irigasi, tanaman alfalfa dapat memproduksi 25-27 ton per hektar kadar kering pada tahun pertama dan turun hingga 8-15 ton per tahun pada tahun ketiga. Produksi tersebut bergantung pada densitas tanaman, tingkat resistensi hama dan penyakit, aktivitas di musim dingin, dan hujan yang mempengaruhi kelembaban tanah. Dengan hasil produksi tersebut, penanaman alfalfa dapat meningkatkan produksi susu pada sapi. Alfalfa yang tumbuh sepanjang tahun ini juga mencegah terjadinya defisiensi (kekurangan) energi pada ternak dan memperbaiki atau meningkatkan padang rumput.

sumber:  kelinci hias

November 9, 2010

Foto Tentang Dahsyatnya Letusan Gunung Merapi

Bagi teman-teman yang belum tahu situasi letusan Gunung Merapi yang meletus pada tanggal 25 Oktober 2010 kemarin. Dan mungkin hanya melihat di televisi dan media cetak. Dengan melihat foto-foto ini, agar kita lekas sadar dan lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Untuk lebih jelasnya silahkan klik disini